KPK Terancam Bangkrut Akibat 75 Pegawai Gagal Test Wawasan Kebangsaan


KPK Terancam Bangkrut Akibat 75 Pegawai Gagal Test Wawasan Kebangsaan

Ekonom senior Faisal Basri menilai penonaktifan 75 orang pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebab tidak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) jadi pertanda pemerintah sekarang udah bangkrut secara moral. “Rezim ini secara moral udah bangkrut,” kata Faisal melalui account twitter-nya, Selasa (11/5) malam. Sebagai orang yang telah mengerti akan berita ekonomi yang dibaca, ia mengomentari sebuah berita soal penonaktifan 75 pegawai KPK.

Ia pun melanjutkannya bersama rangkaian utas twit, mengajak rakyat memboikot sejumlah lembaga sehingga Presiden Joko Widodo menyelamatkan KPK yang merupakan tidak benar satu amanat reformasi untuk pemberantasan korupsi. “Jika kami semua, rakyat biasa, diam saja, rezim ini dapat kian semena-mena. Ayo kami merasa berasal dari sekarang melawan korupsi, kolusi, dan nepotisme menggembosi para oligarki,” ucap dia.

Terbukti Tidak Lolos TWK, KPK Terancam Bangkrut

KPK Terancam Bangkrut Akibat 75 Pegawai Gagal Test Wawasan Kebangsaan

“Kita boikot bank-bank BUMN maupun non-BUMN yang masih dan dapat tetap membiayai perusahaan para oligarki, lebih-lebih perusahaan tambang batu bara yang sangat tidak ramah lingkungan. Saya dapat merasa berasal dari diri aku sendiri bersama menarik seluruh uang yang ada di bank-bank itu,” imbuhnya.

Selain tidak belanja saham-saham perusahaan dan memboikot bank-bank yang menyokong oligarki, Faisal pun terhubung ruang bagi netizen untuk menaikkan perlawanan rakyat yang dapat dilakukan. “Perlawanan harus kami gencarkan hingga Presiden jalankan tindakan luar biasa menyelamatkan KPK,” kata dia. Sementara itu, Koordinator Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid menilai ada persoalan pada TWK yang dilakukan KPK itu.

“Confirmed bagi saya, TWK @KPK_RI mbelgedes. Mbak @tatakhoiriyah staf Humas KPK dinyatakan tidak lolos. Dulu asisten personal saya, keluarga kyai, qunut wolak-walik, sejak muda aktif di NU, ikut menekuni & besarkan jaringan @gusdurian, ya kali tidak mempunyai wawasan kebangsaan,” tulis Alissa di account twitter-nya.

Menurut putri sulung Presiden Keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu banyak orang yang termakan narasi 75 orang yang tidak lulus TWK adalah orang-orang yang tidak cinta negeri. Padahal, ia menyebut lebih dari satu dikenalnya sebagai sosok yang berintegritas. “Dan tatakhoiriyah aku sadar luar dalam. Dzalim. Menghancurkan nasib orang bersama stempel litsus,” ujar dia.

Sementara itu, Koordinator Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid menilai ada persoalan pada TWK yang dilakukan KPK itu. Menurut putri sulung Presiden Keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu banyak orang yang termakan narasi 75 orang yang tidak lulus TWK adalah orang-orang yang tidak cinta negeri. Padahal, ia menyebut lebih dari satu dikenalnya sebagai sosok yang berintegritas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *